Showing posts with label Krisis Suriah. Show all posts
Showing posts with label Krisis Suriah. Show all posts

Sunday, September 28, 2014

Suriah Bercerita: Kisah Sedih Seorang Ibu Yang Kehilangan 3 Putrinya - Ngaji Yukk

Mimpi paling buruk dari sang ibu adalah: “Setelah berhasil melarikan diri dari genosida di Suriah, di sini kami malah menghadapi kematian.”
Suha, seorang pengungsi yang berasal dari Suriah – Palestina ditinggal pergi oleh ke-3 dari empat putrinya (seperti dalam foto) ketika mereka tenggelam di lepas pantai Mesir dua minggu lalu sementara keluarganya, yang melarikan diri dari genosida yang dilakukan Assad, berusaha untuk menghindari penganiayaan di Mesir. 

Dari keempat putrinya – Sara, Julia, Sama dan Haya – hanya yang tertua saja, yakni Sara yang berusia 10 tahun yang selamat. Sementara tiga lainnya adalah di antara 12 pengungsi yang tenggelam pada hari itu ketika perahu mereka tenggelam. Para korban dibawa kembali ke Mesir dan dipenjara di kantor polisi di mana mereka tetap didakwa dengan tuduhan ‘imigran ilegal’.

Dalam sebuah wawancara yang dilakukan dengan koresponden Radio Swedia di Mesir, Cecilia Uddin, dari penjara di mana dia dan Sara sedang ditahan, Suha mengatakan, “Saya memiliki empat putri, tiga dari mereka tenggelam. Setelah melarikan diri dari pembunuhan di Suriah, sebagai gantinya kami malah menghadapi kematian sini.”

Suha yang berusia 42 tahun, yang merupakan seorang perawat di klinik kardiologi di Damaskus sebelum terjadinya revolusi, mengatakan bahwa dia menangis setiap hari sejak kematian ketiga putrinya itu, namun ingin agar dunia tahu apa yang terjadi pada mereka. Saat-saat dia melihat ketiga putrinya itu menghilang di bawah perairan Mediterania di lepas pantai Mesir adalah ketika kapal penuh sesak dengan pengungsi yang rapuh yang ditumpanginya tenggelam. Peristiwa ini sangat membekas dalam ingatannya.

Putri bungsunya, Haya berusia 4 tahun, adalah orang pertama yang mati. “Kami hanya memiliki satu rompi pelampung, “kenang Suha. “Saya terus memangku Haya di pangkuan saya dan memeluk putri saya yang lain agar bersama saya, namun saya tidak bisa menjaga mereka agar tetap di atas permukaan air. Ketika saya menemukan Haya tidak lagi bernapas, saya meninggalkannya untuk menyelamatkan putrinya yang lain, saya berkata, ‘Selamat tinggal anakku. saya berharap Allah akan memberi barokah kepadamu.’ Saya memegang Sama dan Julia dan Sarah agar dekat dengan saya, tapi dua dari mereka tenggelam, satu persatu, dan saya tidak bisa menyelamatkan mereka.”

Sang ibu yang merasa hancur itu ingat bagaimana putrinya Sara yang masih hidup berteriak di tengah hiruk pikuk itu, “Ibu, apa yang terjadi pada saudaraku? “, sambil mengenang peristiwa itu, dalam upaya menyelamatkan gadis kecil dari trauma lebih lanjut, dia kemudia berbohong , dan mengatakan bahwa nelayan telah menyelamatkan mereka.

Setelah lebih dari enam jam hanyut di perairan yang sangat dingin, para korban kemudian dijemput oleh penjaga pantai Mesir. Yang selamat dari tragedi mengerikan lebih dari 100 orang pria, wanita dan anak-anak, masih berada dalam sel kantor polisi yang kotor di Alexandria di mana mereka telah ditahan sejak diselamatkan oleh penjaga pantai Mesir.
Mereka lalu dideportasi, dengan tuduhan melanggar undang-undang imigrasi Mesir. Sudah hidup dengan trauma yang tidak tertahankan, sekarang mereka malah terjebak dalam mimpi buruk dengan tidak mendapatkan bantuan hukum atau bantuan medis, konseling atau bantuan lainnya.

*Picture: Suha’s four daughters – only the eldest, ten-year-old Sara, survived.

Baca Juga Tentang Suriah Bercerita:

Ini adalah cuplikan atau sebagian keadaan apa yang dirasakan oleh saudara-saudara kita di suriah semoga allah menyabarkan hati mereka semua.
Adalah setelah adiknya diterima oleh seorang ibu tua di dekat kamar mandi umum, segera saja gadis kecil yang belum genap berumur 10 tahun itu berlari ke dalam kamar mandi. Sedari tadi ternyata dia mencari orang yang bisa dititipi adiknya yang masih bayi untuk beberapa menit, untuk menunaikan hajatnya.

Suriah Bercerita: Kisah Sedih Seorang Ibu Yang Ditinggal Pergi ke-3 Putrinya

Oleh: Ngaji Yukk Tanggal: 9/28/2014
Anak Suriah terpaksa harus menjadi pekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup
Atman Khalil, melarikan diri bersama keluarganya dari Aleppo dan kini tinggal di Kilis, Turki. (Foto : Al Jazeera)
Di jalan yang ramai di kota yang dekat dengan perbatasan Suriah, seorang anak kecil berdiri di antara anak-anak lainnya mencoba menjajakan biskuit cokelat dalam kotak.
“Apakah Anda ingin membelinya?” Dia terus bertanya kepada setiap orang yang melintas sambil menarik celana kotor longgar yang ia kenakan.
Atman Khalil, bocah berusia tujuh tahun, anggota termuda dalam keluarganya, telah melarikan diri dari kampung yang dilanda perang di Tariq al-Bab, Aleppo dan berlindung di Turki. Ayah Khalil jatuh sakit dan keluarganya sekarang bergantung pada anak-anak untuk menyediakan kebutuhan harian mereka.
Bersama saudarinya yang berusia 10 tahun, Aysha dan sepupunya Suad Khalef, setiap anak mendapatkan sekitar 10 USD jika mereka bisa menjual semua biskuit mereka dalam satu hari.
“Tiga ribu pound Suriah (20 USD) per minggu, lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga di Suriah. Di sini, bahkan tidak cukup untuk biaya membeli roti,” ujar ibu Suad, Arifa Al Khalef.
Keluarga Khalil dan Khalef hanyalah dua keluarga dari pengungsi Suriah yang tak terhitung jumlahnya yang kini tinggal di Turki.
Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD), badan pemerintah yang bertanggung jawab untuk pengungsi Suriah di Turki, memperkirakan jumlah warga Suriah di Turki melebihi 900.000 orang per April 2014 sekitar 220.000 tinggl di kamp-kamp pengungsi, sementara yang lain tersebar di berbagai kota di seluruh negara.
Banyak pengungsi Suriah yang tidak bisa berbicara bahasa Turki, membuat mereka kesulitan mencari pekerjaan. Mereka juga tidak memiliki status hukum untuk bekerja di Turki yang berarti bahwa banyak dari mereka berakhir di pasar tenaga kerja informal.
Dalam rentang dua minggu, Al Jazeera bertemu dengan hampir seratus keluarga Suriah di lima kota berbeda di Turki. Setiap keluarga memiliki setidaknya satu anak berusia antara tujuh sampai 18 tahun, bekerja atau semua anggota keluarga menganggur.
AFAD tidak menanggapi permintaan Al Jazeera untuk mengomentari kondisi anak-anak Suriah di Turki. Menurut penghitungan UNICEF, sedikitnya 50 persen dari pengungsi Suriah di Turki berusia di bawah 18 tahun.
“Terdapat lebih dari 80.000 anak di antara populasi pengungsi Suriah di Turki yang harus meninggalkan sekolah. Diluar alasan ekonomi, banyak anak akhirnya bekerja dan menjadi tulang punggung keluarga,” ujar Ayman Abulaban, perwakilan UNICEF
di Turki.
Umran Khilal yang berusia 12 tahun dan Hassan al-Ghanim, 15 tahun, adalah salah satu pengungsi Suriah yang tinggal di luar kamp-kamp pengungsi resmi di Turki. Keluarga Khilal berasal dari pemukiman Al Muyassar di Aleppo, namun kini tinggal di
Kilis, di sebuah toko yang terletak di lantai dasar gedung.
Khilal dan Ghanim menjual rokok selundupan dari Suriah. Setiap hari, remaja ini pergi pagi dan kembali sekitar pukul 18.30 waktu setempat.
Remaja lainnya, Omar Khatib dari Hama, seharusnya berada di sekolah kelas delapan. Setelah melarikan diri dari banyak daerah di Suriah, keluarganya akhirnya berakhir di ibukota Turki, Ankara.
Mereka menetap di daerah transformasi, menempati rumah yang ditinggalkan dan sebagian dibongkar dengan sewa per bulan 125 USD.
Salah satu dari delapan bersaudara, Omar dan saudaranya yang lebih tua bertanggung jawab atas kehidupan keluarga. Kakaknya sesekali bekerja di lokasi konstruksi, sedangkan Omar telah mendapatkan uang selama enam bulan terakhir dengan
mengumpulkan dan menjual besi tua, kertas dan plastik.
Menurut laporan PBB, sekitar 70 persen anak Suriah di luar kamp tidak mengakses segala bentuk pendidikan di Turki. Tidak lagi bersekolah, Omar mendapatkan sekitar 150 sampai 200 USD per bulan dengan bekerja.
“Aku tidak punya teman di sini. Mereka jauh di depan saya (sekolah) dan saya tertinggal,” ujarnya.
Pengungsi Suriah yang bergabung dengan pasar tenaga kerja informal Turki telah membuat upah pekerja menjadi turun, meningkatkan kebencian di antara penduduk setempat, tulis Kemal Kirisci secara singkat untuk Brookings Institute.
“Hukum perburuhan Turki saat ini membuat sulit pengungsi Suriah untuk mendapatkan izin kerja dan mencari pekerjaan di sektor formal,” ia menuliskan.
Ertan Karabiyik, kepala Kerjasama Pembangunan Lokakarya, kelompok yang menjalankan proyek-proyek untuk meningkatkan kondisi kerja bagi pekerja pertanian musiman dan pekerja anak di sektor ini, mengatakan : “Terdapat puluhan ribu anak yang hidup sebagai pengembara, bepergian dari satu kota ke kota lain. Pengungsi Suriah juga telah bergabung dengan mereka. Mereka melakukan pekerjaan yang paling sulit di ladang.”
Puluhan anak hidup di kamp pekerja di Adana. Dengan wajah kotor dan rambut yang tidak dicuci, mereka tinggal di sebelah selokan terbuka. Satu-satunya sumber air bersih di kamp tersebut juga berada di dekatnya. Pekerja termuda di sana berusia tujuh tahun.
Ibrahim Cerah yang masih berusia belasan, bekerja di ladang. Meskipun keluarganya memiliki ladang sendiri di Hama, Suriah, namun ia belum pernah bekerja.
“Bekerja dengan kapak dan sekop sangatlah sulit. Bahu dan kakiku selalu sakit,” ujarnya.
Ibrahim mendapatkan 15 USD per hari untuk bekerja selama 11 jam. Dia tidak memiliki banyak teman di kamp dan mengatakan orang-orang di kamp tidak menyukai warga Suriah.
Di ruang bawah tanah di Istanbul, Muhammad Ahmad (14), terlihat sibuk saat ia menghabiskan masa 11 jam yang penuh dengan debu, di mana ia bekerja di pabrik tekstil ilegal.
Tugasnya adalah mengambil, mengatur dan membawa pakaian dan menghasilkan sekitar 250 USD setiap bulannya. Keluarganya dulu tinggal di Aleppo dan kini tinggal di distrik Afrin, wilayah yang dikontrol oleh suku Kurdi.
Ahmad datang ke Istanbul bersama dua pamannya. Ia berbagai kamar dengan laki-laki dewasa lainnya dengan tidak adanya kamar mandi dan dapur. Keluarganya memiliki hutang dan Ahmad harus bekerja untuk melunasinya.
“Kehidupan membawa kami ke Istanbul,” ungkapnya lirih.

  • Anak Suriah terpaksa harus menjadi pekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup - Ngaji Yukk
  • Anak Suriah terpaksa harus menjadi pekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup - Ngaji Yukk
  • Anak Suriah terpaksa harus menjadi pekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup - Ngaji Yukk
  • Anak Suriah terpaksa harus menjadi pekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup - Ngaji Yukk
  • Anak Suriah terpaksa harus menjadi pekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup - Ngaji Yukk
  • Anak Suriah terpaksa harus menjadi pekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup - Ngaji Yukk
  • Anak Suriah terpaksa harus menjadi pekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup - Ngaji Yukk
  • Anak Suriah terpaksa harus menjadi pekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup - Ngaji Yukk
  • Anak Suriah terpaksa harus menjadi pekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup - Ngaji Yukk
  • Anak Suriah terpaksa harus menjadi pekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup - Ngaji Yukk
*sumber : Arrahmah/Al Jazeera

Anak Suriah terpaksa harus menjadi pekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup

Oleh: Ngaji Yukk Tanggal: 9/28/2014

Monday, September 22, 2014

Duka Suriah: Kompilasi Part 1

Duka Suriah: Kompilasi Part 1 - Ngaji-Yukk

Allah berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah bersaudara.” (Al Hujurat: 10)

Rasulullah bersabda:
“Seorang mukmin terhadap mukmin lainnya adalah laksana bangunan yang saling menguatkan bagian satu dengan bagian yang lainnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah bersabda:
“Perumpamaan kaum mukmin dalam kasih sayang dan belas kasih serta cinta adalah seperti satu tubuh. Jika satu bagian anggota tubuh sakit maka akan merasa sakit seluruh tubuh dengan tidak bisa tidur dan merasa demam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Akankah kita tetap berdiam diri, saat melihat perjuangan dan penderitaan saudara-saudara kita di Suriah?

Semoga Allah membalas segala amal baik kita...

Duka Suriah: Kompilasi Part 1
Di balik segala penderitaan yang dialaminya...
Di balik segala kehilangan yang sempat ditangisinya...
Di balik segala mimpi buruk yang dilewatinya...
Di balik segala luka yang membalut sebagian tubuhnya...

Sebuah senyuman tetap merekah dari wajah anak Suriah yang tegar ini...

Masya Allah

Tidak perlu menjadi kaya untuk menjadi seorang dermawan….
Tidak perlu menjadi kaya untuk peduli sesama…
Tidak perlu menjadi kaya untuk bersedekah…

Duka Suriah: Kompilasi Part 1

Abdo, anak Suriah, yang kesehariannya berjualan biskuit di jalanan kota Aleppo guna menghidupi keluarganya, pada kesempatan yang lalu, ia telah mendermakan sebuah kotak biskuit untuk anak-anak Suriah lain yang sedang terluka dan dirawat di sebuah rumah sakit akibat serangan bom yang menimpa sebuah sekolah, Ayn Jalut, kemarin. Ia menolak untuk menerima uang dari semua biskuit yang ia berikan.

Lalu, bagaimana dengan kita? Pernahkah kita bercermin?

Kedua matanya seakan berkata: "Jika engkau melihat apa yang aku lihat, maka engkau pasti berharap:

Jika saja manusia bisa hidup tanpa listrik, air, dan udara…
Jika saja wajah seluruh manusia menjadi cacat ketika berumur 18 tahun…
Jika saja rumah mereka dibom satu persatu…
Dan semua canda-tawa hilang dari percakapan mereka…
Aku tak peduli dengan ketidakpedulian mereka, aku hanya ingin mereka sebentar saja merasakan hidup dengan cacat, luka, amputasi, darah, dan tangis seperti hidupku…”

Ia menangis sejenak, kemudian mengakhiri ucapannya…

Maka engkau pasti berharap:
“Aku tidak memohon apapun kepada Allah, kecuali Dia segera membangkitkan Hari Kiamat”

Duka Suriah: Kompilasi Part 1

Oleh: Ngaji Yukk Tanggal: 9/22/2014

Saturday, September 20, 2014

Oleh: Fathi Yazid Attamimi, Relawan MMS

Ini adalah cuplikan atau sebagian keadaan apa yang dirasakan oleh saudara-saudara kita di suriah semoga allah menyabarkan hati mereka semua.
Adalah setelah adiknya diterima oleh seorang ibu tua di dekat kamar mandi umum, segera saja gadis kecil yang belum genap berumur 10 tahun itu berlari ke dalam kamar mandi. Sedari tadi ternyata dia mencari orang yang bisa dititipi adiknya yang masih bayi untuk beberapa menit, untuk menunaikan hajatnya.

Di kamp pengungsian Killis, dari kejauhan, adik saya, Ikrimah Yazed Attamimi, mengamati kejadian sepele itu tadi, yang nantinya akan meninggalkan kesedihan yang terus terbawa sampai hari ini.


Setelah keluar dari WC umum, adik kecilnya yang lucu itu dia bawa kembali bermain bersama anak-anak lainnya, digendong kesana kemari, berlari-lari tanpa beban sambil menebar senyum manisnya ke penjuru kamp pengungsian.


Seorang pengurus kamp yang melihat rasa penasaran adik saya Ikrimah, kemudian menghampiri ikrimah dari belakang. Seolah mengerti isi hati adik saya, beliau bertanya :


“Kamu penasaran sama gadis kecil yang bawa anak bayi itu ya?”


”Iya, anak-anak yang lain kan main sendiri atau kalaupun bawa adik ya ga sekecil itu. Bukannya ditaruh di dalam shelter atau gimana kek, lha kok malah digendong-gendong sambil lari-larian gitu”,jawab Ikrimah.


Sambil tersenyum, si pengurus kamp pun meneruskan ceritanya
“Kamu tau kenapa? Karena dari semua orang yang ada di kamp ini, cuma gadis kecil dan adik bayinya itu yang ga punya siapa-siapa lagi. Seisi keluarganya syahid dibom rezim Syi'ah Nushairiyah. Sekarang mereka hanya hidup berdua dan gadis kecil itu mengurusi adiknya setiap saat. Sekarang dia menjadi kakak sekaligus ibu bagi adiknya yang lucu itu..."


Saya ga mau lagi dengar kelanjutan cerita Ikrimah, dada saya mendadak sesak ! Saya cuma bisa berjanji dalam hati, InsyaAllah ke Suriah lagi, Entah bagaimana caranya saya akan temui dan bantu dia !
InsyaAllah !


itu penggalan kisah dari seorang gadis kecil yang belum genap berumur 10 tahun tapi dia sudah ditinggalkan oleh seluruh sanak keluarganya, coba anda bayangkan apa yang akan anda rasakan?!

semoga allah selalu menyertai gadis kecil yang malang itu. Aamiin (Ngaji-Yukk)

Suriah Bercerita: "BIBI, AKU TITIP ADIKKU SEBENTAR”

Oleh: Ngaji Yukk Tanggal: 9/20/2014

Tuesday, September 9, 2014


Pejuang Suriah tembak helikopter yang baru mendarat milik rezim syi'ah bashar al assad

#Syria #Idlib token of ... Destroy a helicopter during the landing at Abu aldhour to download more explosive barrels.

Pejuang Suriah Hancurkan Helikopter Yang Baru Mendarat

Oleh: Ngaji Yukk Tanggal: 9/09/2014

 
Copyright © Ngaji Yukk
Submit ExpressSEO Tools
FreeWebSubmission.com http://www.freesearchenginesubmission.info voir ici
Blogger Templates Wallpapers Hack Wfi
Contact Form