Showing posts with label Dunia Islam. Show all posts
Showing posts with label Dunia Islam. Show all posts

Monday, December 8, 2014

Ngaji-Yukk - Kembali mengingat peristiwa tahun 90-an, dunia saat itu gempar dengan berita besar seorang bayi berumur 2 bulan dari keluarga Katholik di Afrika yang menolak dibaptis. “Mama, unisibi baptize naamini kwa Allah, na jumbe wake Muhammad” (Ibu, tolong jangan baptis saya. Saya adalah orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, Muhammad).
Ayah dan ibunya, Domisia-Francis, pun bingung. Kemudian didatangkan seorang pendeta untuk berbicara kepada bayinya itu: “Are You Yesus?” (Apakah kamu Yesus?).
Kemudian dengan tenang sang bayi Syarifuddin menjawab: “No, I’m not Yesus. I’m created by God. God, The same God who created Jesus” (Tidak, aku bukan Yesus. Aku diciptakan oleh Tuhan, Tuhan yang sama dengan yang menciptakan Yesus). Saat itu ribuan umat Kristen di Tanzania dan sekitarnya dipimpin bocah ajaib itu mengucapkan dua kalimat syahadat.
Bocah Afrika kelahiran 1993 itu lahir di Tanzania Afrika, anak keturunan non Muslim. Sekarang bayi itu sudah remaja, setelah ribuan orang di Tanzania-Kenya memeluk agama Islam berkat dakhwahnya semenjak kecil. Syarifuddin Khalifah namanya, bayi ajaib yang mampu berbicara berbagai bahasa seperti Arab, Inggris, Perancis, Italia dan Swahili. Ia pun pandai berceramah dan menterjemahan al-Quran ke berbagai bahasa tersebut. Hal pertama yang sering ia ucapkan adalah: “Anda bertaubat, dan anda akan diterima oleh Allah Swt.”
Syarifuddin Khalifah hafal al-Quran 30 juz di usia 1,5 tahun dan sudah menunaikan shalat 5 waktu. Di usia 5 tahun ia mahir berbahasa Arab, Inggris, Perancis, Italia dan Swahili. Satu bukti kuasa Allah untuk menjadikan manusia bisa bicara dengan berbagai bahasa tanpa harus diajarkan.
a. Latar Belakang Syarifuddin Khalifah
Mungkin Anda terheran-heran bahkan tidak percaya, jika ada orang yang bilang bahwa di zaman modern ini ada seorang anak dari keluarga non Muslim yang hafal al-Quran dan bisa shalat pada umur 1,5 tahun, menguasai lima bahasa asing pada usia 5 tahun, dan telah mengislamkan lebih dari 1.000 orang pada usia yang sama. Tapi begitulah kenyatannya, dan karenanya ia disebut sebagai bocah ajaib; sebuah tanda kebesaran Allah Swt.
Syarifuddin Khalifah, nama bocah itu. Ia dilahirkan di kota Arusha, Tanzania. Tanzania adalah sebuah negara di Afrika Timur yang berpenduduk 36 juta jiwa. Sekitar 35 persen penduduknya beragama Islam, disusul Kristen 30 persen dan sisanya beragam kepercayaan terutama animisme. Namun, kota Arusha tempat kelahiran Syarifuddin Khalifah mayoritas penduduknya beragama Katolik. Di urutan kedua adalah Kristen Anglikan, kemudian Yahudi, baru Islam dan terakhir Hindu.
Seperti kebanyakan penduduk Ashura, orangtua Syarifuddin Khalifah juga beragama Katolik. Ibunya bernama Domisia Kimaro, sedangkan ayahnya bernama Francis Fudinkira. Suatu hari di bulan Desember 1993, tangis bayi membahagiakan keluarga itu. Sadar bahwa bayinya laki-laki, mereka lebih gembira lagi.
Sebagaimana pemeluk Katolik lainnya, Domisia dan Francis juga menyambut bayinya dengan ritual-ritual Nasrani. Mereka pun berkeinginan membawa bayi manis itu ke gereja untuk dibaptis secepatnya. Tidak ada yang aneh saat mereka melangkah ke Gereja. Namun ketika mereka hampir memasuki altar gereja, mereka dikejutkan dengan suara yang aneh. Ternyata suara itu adalah suara bayi mereka. “Mama usinibibaptize, naamini kwa Allah wa jumbe wake Muhammad!” (Ibu, tolong jangan baptis saya. Saya adalah orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, Muhammad).
Mendengar itu, Domisia dan Francis gemetar. Keringat dingin bercucuran. Setelah beradu pandang dan sedikit berbincang, mereka memutuskan untuk membawa kembali bayinya pulang. Tidak jadi membaptisnya.
Awal Maret 1994, ketika usianya melewati dua bulan, bayi itu selalu menangis ketika hendak disusui ibunya. Domisia merasa bingung dan khawatir bayinya kurang gizi jika tidak mau minum ASI. Tetapi, diagnose dokter menyatakan ia sehat. Kekhawatiran Domisia tidak terbukti. Bayinya sehat tanpa kekurangan suatu apa. Tidak ada penjelasan apapun mengapa Allah mentakdirkan Syarifuddin Khalifah tidak mau minum ASI dari ibunya setelah dua bulan.
Di tengah kebiasaan bayi-bayi belajar mengucapkan satu suku kata seperti panggilan “Ma” atau lainnya, Syarifuddin Khalifah pada usianya yang baru empat bulan mulai mengeluarkan lafal-lafal aneh. Beberapa tetangga serta keluarga Domisia dan Francis terheran-heran melihat bayi itu berbicara. Mulutnya bergerak pelan dan berbunyi: “Fatuubuu ilaa baari-ikum faqtuluu anfusakum dzaalikum khairun lakum ‘inda baari-ikum, fataaba ‘alaikum innahuu huwattawwaburrahiim.”
Orang-orang yang takjub menimbulkan kegaduhan sementara namun kemudian mereka diam dalam keheningan. Sayangnya, waktu itu mereka tidak mengetahui bahwa yang dibaca Syarifuddin Khalifah adalah QS. al-Baqarah ayat 54.
Domisia khawatir anaknya kerasukan setan. Ia pun membawa bayi itu ke pastur, namun tetap saja Syarifuddin Khalifah mengulang-ulang ayat itu. Hingga kemudian cerita bayi kerasukan setan itu terdengar oleh Abu Ayub, salah seorang Muslim yang tinggal di daerah itu. Ketika Abu Ayub datang, Syarifuddin Khalifah juga membaca ayat itu. Tak kuasa melihat tanda kebesaran Allah, Abu Ayub sujud syukur di dekat bayi itu.
“Francis dan Domisia, sesungguhnya anak kalian tidak kerasukan setan. Apa yang dibacanya adalah ayat-ayat al-Qur’an. Intinya ia mengajak kalian bertaubat kepada Allah,” kata Abu Ayub.
Beberapa waktu setelah itu Abu Ayub datang lagi dengan membawa mushaf. Ia memperlihatkan kepada Francis dan Domisia ayat-ayat yang dibaca oleh bayinya. Mereka berdua butuh waktu dalam pergulatan batin untuk beriman. Keduanya pun akhirnya mendapatkan hidayah. Mereka masuk Islam. Sesudah masuk Islam itulah mereka memberikan nama untuk anaknya sebagai “Syarifuddin Khalifah”.
Keajaiban berikutnya muncul pada usia 1,5 tahun. Ketika itu, Syarifuddin Khalifah mampu melakukan shalat serta menghafal al-Quran dan Bible. Lalu pada usia 4-5 tahun, ia menguasai lima bahasa. Pada usia itu Syarifuddin Khalifah mulai melakukan safari dakwah ke berbagai penjuru Tanzania hingga ke luar negeri. Hasilnya, lebih dari seribu orang masuk Islam.
b. Kisah Nyata Syarifuddin Mengislamkan Ribuan Orang
Kisah nyata ini terjadi di Distrik Pumwani, Kenya, tahun 1998. Ribuan orang telah berkumpul di lapangan untuk melihat bocah ajaib, Syarifuddin Khalifah. Usianya baru 5 tahun, tetapi namanya telah menjadi buah bibir karena pada usia itu ia telah menguasai lima bahasa. Oleh umat Islam Afrika, Syarifuddin dijuluki Miracle Kid of East Africa.
Perjalanannya ke Kenya saat itu merupakan bagian dari rangkaian safari dakwah ke luar negeri. Sebelum itu, ia telah berdakwah ke hampir seluruh kota di negaranya, Tanzania. Masyarakat Kenya mengetahui keajaiban Syarifuddin dari mulut ke mulut. Tetapi tidak sedikit juga yang telah menyaksikan bocah ajaib itu lewat Youtube.
Orang-orang agaknya tak sabar menanti. Mereka melihat-lihat dan menyelidik apakah mobil yang datang membawa Syarifuddin Khalifah. Beberapa waktu kemudian, Syaikh kecil yang mereka nantikan akhirnya tiba. Ia datang dengan pengawalan ketat layaknya seorang presiden.
Ribuan orang yang menanti Syarifuddin Khalifah rupanya bukan hanya orang Muslim. Tak sedikit orang-orang Kristen yang ikut hadir karena rasa penasaran mereka. Mungkin juga karena mereka mendengar bahwa bocah ajaib itu dilahirkan dari kelarga Katolik, tetapi hafal al-Quran pada usia 1,5 tahun. Mereka ingin melihat Syarifuddin Khalifah secara langsung.
Ditemani Haji Maroulin, Syarifuddin menuju tenda yang sudah disiapkan. Luapan kegembiraan masyarakat Kenya tampak jelas dari antusiasme mereka menyambut Syarifuddin. Wajar jika anak sekecil itu memiliki wajah yang manis. Tetapi bukan hanya manis. Ada kewibawaan dan ketenangan yang membuat orang-orang Kenya takjub dengannya. Mengalahkan kedewasaan orang dewasa.
Kinilah saatnya Syaikh cilik itu memberikan taushiyah. Tangannya yang dari tadi memainkan jari-jarinya, berhenti saat namanya disebut. Ia bangkit dari kursi menuju podium.
Setelah salam, ia memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi. Bahasa Arabnya sangat fasih, diakui oleh para ulama yang hadir pada kesempatan itu. Hadirin benar-benar takjub. Bukan hanya kagum dengan kemampuannya berceramah, tetapi juga isi ceramahnya membuka mata hati orang-orang Kristen yang hadir pada saat itu. Ada seberkas cahaya hidayah yang masuk dan menelusup ke jantung nurani mereka.
Selain pandai menggunakan ayat al-Quran, sesekali Syarifuddin juga mengutip kitab suci agama lain. Membuat pendengarnya terbawa untuk memeriksa kembali kebenaran teks ajaran dan keyakinannya selama ini.
Begitu ceramah usai, orang-orang Kristen mengajak dialog bocah ajaib itu. Syarifuddin melayani mereka dengan baik. Mereka bertanya tentang Islam, Kristen dan kitab-kitab terdahulu. Sang Syaikh kecil mampu memberikan jawaban yang memuaskan. Dan itulah momen-momen hidayah. Ratusan pemeluk Kristiani yang telah berkumpul di sekitar Syarifuddin mengucapkan syahadat. Menyalami tangan salah seorang perwakilan mereka, Syarifuddin menuntun syahadat dan mereka menirukan: “Asyhadu an laa ilaaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasuulullah.”
Syahadat agak terbata-bata. Tetapi hidayah telah membawa iman. Mata dan pipi pun menjadi saksi, air mata mulai berlinang oleh luapan kegembiraan. Menjalani hidup baru dalam Islam. Takbir dari ribuan kaum muslimin yang menyaksikan peristiwa itu terdengar membahana di bumi Kenya.
Bukan kali itu saja, orang-orang Kristen masuk Islam melalui perantaraan bocah ajaib Syarifuddin Khalifah. Di Tanzania, Libya dan negara lainnya kisah nyata itu juga terjadi. Jika dijumlah, melalui dakwah Syarifuddin Khalifah, ribuan orang telah masuk Islam. Ajaibnya, itu terjadi ketika usia Syaikh kecil itu masih lima tahun.
Para ulama dan habaib sangat mendukung dakwah Syaikh Syarifuddin Khalifah. Bahkan ulama besar seperti al-Habib ali al-Jufri pun rela meluangkan waktunya untuk bertemu anak ajaib yang kini remaja dan berjuang dalam Islam. (Dikutip dari buku Mukjizat dari Afrika, Bocah yang Mengislamkan Ribuan Orang; Syarifuddin Khalifah).

Kisah Bayi Ajaib Dari Keluarga Kristen Afrika

Oleh: Ngaji Yukk Tanggal: 12/08/2014

Saturday, November 29, 2014


Ngaji-Yukk - " ADZAB ALLAH BAGI KAUM PEZINA "
Jika ingin melihat satu bukti adzab ALLAH Subhanahu Wata'ala yang diturunkan kepada satu kaum,datanglah ke Napoli,Italia..
Di dekat kota Napoli,menjulang Gunung Vesuvius,yang dikenal dengan nama The Warning Mountain..
(Gunung Peringatan )..
Di kaki Vesuvius ada kota tua yang bernama Pompei..
Pompei di zaman Romawi,adalah kota wisata bagi bangsawan Romawi,yang sejuk dan indah..
Pompei juga berkembang menjadi kota maksiat..

sekarang dipamerkan sebagai bagian dari peringatan kepada umat manusia akan kebesaran ALLAH Subhanahu Wata'ala,yang pernah menceritakan kisah seperti ini dalam semua kitab tentang nasib kaum Nabi Luth 'Alaihissalam dan pemusnahan tiba2..
Mudahkanlah urusan orang yang Membaca status ini..

Simbol2 organ vital manusia,memenuhi pintu2 rumah pelacuran disana..
Ini berkaitan dengan budaya mereka Mithraic ,yang menganggap bahwa organ vital manusia adalah bagian dari kenikmatan hakiki..
Pada thn 79M, tiba2 Gunung Vesuvius meletus..
Awan panas dan debu vulkanik menghantam kota Pompei sekaligus menguburnya..
Pompei hilang dan menjadi kota yang terlupakan..
1600 tahun kemudian,seorang arsitek berjalan jalan disekitar Vesuvius dan menemukan fosil atap sebuah bangunan..
Penggalian yang memakan waktu lebih dari 150 tahun pun dilakukan untuk mengangkat kota Pompei ke permukaan..
Pemandangan yang dilihat para arkeolog2 dunia itu sungguh menakjubkan..
Fosil2 utuh dan membatu dari tubuh manusia tampak awet..
Posisi2 mereka ada yang sedang berhubungan badan,ada yang sedang jongkok,bahkan ada yang sedang berusaha bangun dari tidurnya..
Dari fosil2 yang sedang berhubungan badan ini,tampak beberapa dari mereka mempunyai jenis kelamin yang sama (Homoseks)..
Ada juga yang sedang berhubungan dengan anak2..
Raut muka mereka masih tergambar detail seperti manusia yang masih hidup..
Hal ini jelas menampakkan,bahwa mereka sendiri tidak sadar akan bencana yang menimpa mereka..
Itu menandakan antara meletus nya Gunung Vesuvius dan hantaman awan panas dan debu vulkanik ke kota Pompei hanya membutuhkan waktu sepersekian detik..
Fosil2 utuh manusia itu
Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semua nya mati..
(QS-Yaasiin 36:29)
Maha benar ALLAH dengan segala Firman-NYA..
Semoga kita semua terhindar dari Adzab ALLAH, Aamiin..
Yuk,Bagikan Inspirasi bermanfaat ini,semoga menjadi KEBAIKAN bagi kita semua,Aamiin..
Yaa ALLAH..
Dekatkanlah Rezekinya,Sehatkanlah jiwa raganya dan Mudahkanlah jodohnya untuk orang yang nge-Like dan nge-share Status Ini..
Aamiin Yaa Rabbal'aalamiin..
komentar AAMIIN lalu BAGIKAN dengan Ikhlas..!!

Ketika Allah Murka Pada Penduduk Kota Yang Durhaka Ini

Oleh: Ngaji Yukk Tanggal: 11/29/2014

Monday, September 29, 2014

Anda bangga ketika anda mempunyai anak yg pintar bernyanyi? dan anda tidak pernah berharap anak anda yang pandai menghafal al qur'an atau anak yang jago berpidato?

Berarti anda bangga di jalan yang salah, Menanamkan dan membimbing kebaikan bagi si buah hati semenjak ia masih kecil adalah perkara yang indah. Dengan itu, ia akan mengawali catatan pada lembaran putih kehidupannya dengan kedekatan kepada Allah Azza wa Jalla. Bimbingan yang dilakukan harus ditempuh secara bertahap, dimulai dari pengenalan adab-adab (ajaran-ajaran Islam) yang mendasar namun memiliki pengaruh besar yang begitu mendalam seperti yang tertuang dalam hadits berikut:

مُرُوْا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْناَءُ سَبْعِ سِنِيْنَ، وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَْبْناَءُ عَشْرٍ، وَفَرِّقوُاْ بَيْنَهُمْ فِيْ الْمَضَاجِعِ
Perintahkanlah anak kalian untuk shalat ketika mereka mencapai umur tujuh tahun, pukullah mereka karena (meninggalkan) shalat setelah mencapai sepuluh tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka [Shahîh Sunan Abu Daud no: 465, 466].
Anak adalah amanat yang Allah Azza wa Jalla titipkan kepada orang tua. Amanat itu wajib dijaga dan dirawat sebaik-baiknya. Allah Azza wa Jalla akan meminta pertanggungjawabannya di hari Kiamat kelak. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Sungguh setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan mempertanggungjawabkannya, seorang lelaki adalah penjaga bagi anggota keluarganya dan dia akan diminta pertanggungjawabannya…”. [HR. al-Bukhâri no: 893, Muslim no: 4724]
Dalam riwayat lain, beliau n bersabda:
إِنَّ اللهَ سَائِلٌ كُلَّ رَاعٍ عَمَّا اسْتَرْعَأهُ أَحَفِظَهَ أَمْ ضَيَّعَهُ؟ حَتَّى يَسْأَلَ الرّجُلَ عَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ
Sungguh Allah akan meminta pertanggungjawaban setiap pemimpin atas setiap hal yang ia emban, apakah telah memeliharanya (dengan baik) atau (justru) menyia-nyiakannya? Termasuk menanyakan kepada seseorang (ayah) tentang keluarganya”.[Hadits shahih. Lihat ash-Shahîhah no: 1636
Seorang anak berhak mendapatkan tarbiyah Islamiyah (pembinaan secara Islami) terbaik dari kedua orang tuanya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
وَإِنَّ لِوَلَدِكَ عَلَيْكَ حَقًّا
Dan sungguh, anakmu memiliki hak (yang menjadi kewajiban) atas dirimu[HR. Muslim no: 2731]

Motivasi Islami: Anak Kecil Berpidato

Oleh: Ngaji Yukk Tanggal: 9/29/2014

Sunday, September 28, 2014

Anak Suriah terpaksa harus menjadi pekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup
Atman Khalil, melarikan diri bersama keluarganya dari Aleppo dan kini tinggal di Kilis, Turki. (Foto : Al Jazeera)
Di jalan yang ramai di kota yang dekat dengan perbatasan Suriah, seorang anak kecil berdiri di antara anak-anak lainnya mencoba menjajakan biskuit cokelat dalam kotak.
“Apakah Anda ingin membelinya?” Dia terus bertanya kepada setiap orang yang melintas sambil menarik celana kotor longgar yang ia kenakan.
Atman Khalil, bocah berusia tujuh tahun, anggota termuda dalam keluarganya, telah melarikan diri dari kampung yang dilanda perang di Tariq al-Bab, Aleppo dan berlindung di Turki. Ayah Khalil jatuh sakit dan keluarganya sekarang bergantung pada anak-anak untuk menyediakan kebutuhan harian mereka.
Bersama saudarinya yang berusia 10 tahun, Aysha dan sepupunya Suad Khalef, setiap anak mendapatkan sekitar 10 USD jika mereka bisa menjual semua biskuit mereka dalam satu hari.
“Tiga ribu pound Suriah (20 USD) per minggu, lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga di Suriah. Di sini, bahkan tidak cukup untuk biaya membeli roti,” ujar ibu Suad, Arifa Al Khalef.
Keluarga Khalil dan Khalef hanyalah dua keluarga dari pengungsi Suriah yang tak terhitung jumlahnya yang kini tinggal di Turki.
Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD), badan pemerintah yang bertanggung jawab untuk pengungsi Suriah di Turki, memperkirakan jumlah warga Suriah di Turki melebihi 900.000 orang per April 2014 sekitar 220.000 tinggl di kamp-kamp pengungsi, sementara yang lain tersebar di berbagai kota di seluruh negara.
Banyak pengungsi Suriah yang tidak bisa berbicara bahasa Turki, membuat mereka kesulitan mencari pekerjaan. Mereka juga tidak memiliki status hukum untuk bekerja di Turki yang berarti bahwa banyak dari mereka berakhir di pasar tenaga kerja informal.
Dalam rentang dua minggu, Al Jazeera bertemu dengan hampir seratus keluarga Suriah di lima kota berbeda di Turki. Setiap keluarga memiliki setidaknya satu anak berusia antara tujuh sampai 18 tahun, bekerja atau semua anggota keluarga menganggur.
AFAD tidak menanggapi permintaan Al Jazeera untuk mengomentari kondisi anak-anak Suriah di Turki. Menurut penghitungan UNICEF, sedikitnya 50 persen dari pengungsi Suriah di Turki berusia di bawah 18 tahun.
“Terdapat lebih dari 80.000 anak di antara populasi pengungsi Suriah di Turki yang harus meninggalkan sekolah. Diluar alasan ekonomi, banyak anak akhirnya bekerja dan menjadi tulang punggung keluarga,” ujar Ayman Abulaban, perwakilan UNICEF
di Turki.
Umran Khilal yang berusia 12 tahun dan Hassan al-Ghanim, 15 tahun, adalah salah satu pengungsi Suriah yang tinggal di luar kamp-kamp pengungsi resmi di Turki. Keluarga Khilal berasal dari pemukiman Al Muyassar di Aleppo, namun kini tinggal di
Kilis, di sebuah toko yang terletak di lantai dasar gedung.
Khilal dan Ghanim menjual rokok selundupan dari Suriah. Setiap hari, remaja ini pergi pagi dan kembali sekitar pukul 18.30 waktu setempat.
Remaja lainnya, Omar Khatib dari Hama, seharusnya berada di sekolah kelas delapan. Setelah melarikan diri dari banyak daerah di Suriah, keluarganya akhirnya berakhir di ibukota Turki, Ankara.
Mereka menetap di daerah transformasi, menempati rumah yang ditinggalkan dan sebagian dibongkar dengan sewa per bulan 125 USD.
Salah satu dari delapan bersaudara, Omar dan saudaranya yang lebih tua bertanggung jawab atas kehidupan keluarga. Kakaknya sesekali bekerja di lokasi konstruksi, sedangkan Omar telah mendapatkan uang selama enam bulan terakhir dengan
mengumpulkan dan menjual besi tua, kertas dan plastik.
Menurut laporan PBB, sekitar 70 persen anak Suriah di luar kamp tidak mengakses segala bentuk pendidikan di Turki. Tidak lagi bersekolah, Omar mendapatkan sekitar 150 sampai 200 USD per bulan dengan bekerja.
“Aku tidak punya teman di sini. Mereka jauh di depan saya (sekolah) dan saya tertinggal,” ujarnya.
Pengungsi Suriah yang bergabung dengan pasar tenaga kerja informal Turki telah membuat upah pekerja menjadi turun, meningkatkan kebencian di antara penduduk setempat, tulis Kemal Kirisci secara singkat untuk Brookings Institute.
“Hukum perburuhan Turki saat ini membuat sulit pengungsi Suriah untuk mendapatkan izin kerja dan mencari pekerjaan di sektor formal,” ia menuliskan.
Ertan Karabiyik, kepala Kerjasama Pembangunan Lokakarya, kelompok yang menjalankan proyek-proyek untuk meningkatkan kondisi kerja bagi pekerja pertanian musiman dan pekerja anak di sektor ini, mengatakan : “Terdapat puluhan ribu anak yang hidup sebagai pengembara, bepergian dari satu kota ke kota lain. Pengungsi Suriah juga telah bergabung dengan mereka. Mereka melakukan pekerjaan yang paling sulit di ladang.”
Puluhan anak hidup di kamp pekerja di Adana. Dengan wajah kotor dan rambut yang tidak dicuci, mereka tinggal di sebelah selokan terbuka. Satu-satunya sumber air bersih di kamp tersebut juga berada di dekatnya. Pekerja termuda di sana berusia tujuh tahun.
Ibrahim Cerah yang masih berusia belasan, bekerja di ladang. Meskipun keluarganya memiliki ladang sendiri di Hama, Suriah, namun ia belum pernah bekerja.
“Bekerja dengan kapak dan sekop sangatlah sulit. Bahu dan kakiku selalu sakit,” ujarnya.
Ibrahim mendapatkan 15 USD per hari untuk bekerja selama 11 jam. Dia tidak memiliki banyak teman di kamp dan mengatakan orang-orang di kamp tidak menyukai warga Suriah.
Di ruang bawah tanah di Istanbul, Muhammad Ahmad (14), terlihat sibuk saat ia menghabiskan masa 11 jam yang penuh dengan debu, di mana ia bekerja di pabrik tekstil ilegal.
Tugasnya adalah mengambil, mengatur dan membawa pakaian dan menghasilkan sekitar 250 USD setiap bulannya. Keluarganya dulu tinggal di Aleppo dan kini tinggal di distrik Afrin, wilayah yang dikontrol oleh suku Kurdi.
Ahmad datang ke Istanbul bersama dua pamannya. Ia berbagai kamar dengan laki-laki dewasa lainnya dengan tidak adanya kamar mandi dan dapur. Keluarganya memiliki hutang dan Ahmad harus bekerja untuk melunasinya.
“Kehidupan membawa kami ke Istanbul,” ungkapnya lirih.

  • Anak Suriah terpaksa harus menjadi pekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup - Ngaji Yukk
  • Anak Suriah terpaksa harus menjadi pekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup - Ngaji Yukk
  • Anak Suriah terpaksa harus menjadi pekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup - Ngaji Yukk
  • Anak Suriah terpaksa harus menjadi pekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup - Ngaji Yukk
  • Anak Suriah terpaksa harus menjadi pekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup - Ngaji Yukk
  • Anak Suriah terpaksa harus menjadi pekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup - Ngaji Yukk
  • Anak Suriah terpaksa harus menjadi pekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup - Ngaji Yukk
  • Anak Suriah terpaksa harus menjadi pekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup - Ngaji Yukk
  • Anak Suriah terpaksa harus menjadi pekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup - Ngaji Yukk
  • Anak Suriah terpaksa harus menjadi pekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup - Ngaji Yukk
*sumber : Arrahmah/Al Jazeera

Anak Suriah terpaksa harus menjadi pekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup

Oleh: Ngaji Yukk Tanggal: 9/28/2014

Friday, September 26, 2014

Tim sepak bola dari Kamerun menemukan Islam di Dubai
DUBAI (Ngaji-Yukk) – Menuju ke Dubai untuk mengikuti sebuah kamp pelatihan selama dua bulan, tak satu pun dari 23 pemain muda Kamerun membayangkan bahwa perjalanan mereka ke Dubai akan berakhir mengejutkan, setelah semuanya memutuskan untuk memeluk Islam.
“Sungguh menakjubkan bahwa di usia ketika kebanyakan orang hanya ingin bermain dan bersenang-senang, para pemuda ini sedang mencari iman dan pencerahan,” Javeed Khateeb, penasihat agama senior di Islamic Affairs and Charitable Activities Department (IACAD), di Dubai, mengatakan kepada Surat Kabar The National, sebagaimana dilansir onislam.net, Selasa (16/9/2014).
“Ini adalah pertama kalinya ada sejumlah besar orang dari kelompok yang sama yang ingin memeluk Islam,”
“Kami menerima sekelompok besar mualaf tetapi biasanya mereka berasal dari latar belakang yang berbeda,” tambahnya.
Datang ke Dubai untuk mengikuti kamp pelatihan, seluruh tim terkesan dengan kedamaian dan ketenangan yang mereka rasakan dalam Islam.
Selain itu, mereka juga memuji kebaikan yang mereka terima dari para pemain Muslim saat mereka berlatih bersama mereka.
“Mereka sangat terkesan dengan cara Muslim berperilaku, tapi kebanyakan mereka terkesan dengan kebaikan dan rasa hormat yang mereka terima,” kata Khateeb.
Setelah menyatakan keinginan mereka untuk memeluk Islam, mereka kemudian dibawa ke IACAD untuk belajar lebih banyak tentang Islam, pada Kamis lalu, dan kembali ke rumah pada Sabtu lalu.
“Kami menghabiskan dua sesi terpisah, dimana masing-masing sesi berlangsung selama hampir sehari penuh, berbicara tentang Islam dan menjawab semua pertanyaan mereka dan untuk menepis keraguan [tentang Islam],” kata Khateeb.
“Kami ingin memastikan bahwa mereka memiliki pemahaman yang benar tentang Islam. Mereka banyak bertanya tentang halal dan haram, mengkonsumsi alkohol, dan bagaimana nabi Isa digambarkan dalam Islam.”
“Dua dari mereka belum ingin merubah keyakinan, tetapi mereka ingin belajar lebih banyak tentang Islam sebelum memutuskan apa yang harus dilakukan,” tambah Khateeb.

Sumber arrahmah.com

Klub Sepak Bola Dari Kamerun Ini Menemukan Islam Di Dubai

Oleh: Ngaji Yukk Tanggal: 9/26/2014

Monday, September 22, 2014

Duka Suriah: Kompilasi Part 1

Duka Suriah: Kompilasi Part 1 - Ngaji-Yukk

Allah berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah bersaudara.” (Al Hujurat: 10)

Rasulullah bersabda:
“Seorang mukmin terhadap mukmin lainnya adalah laksana bangunan yang saling menguatkan bagian satu dengan bagian yang lainnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah bersabda:
“Perumpamaan kaum mukmin dalam kasih sayang dan belas kasih serta cinta adalah seperti satu tubuh. Jika satu bagian anggota tubuh sakit maka akan merasa sakit seluruh tubuh dengan tidak bisa tidur dan merasa demam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Akankah kita tetap berdiam diri, saat melihat perjuangan dan penderitaan saudara-saudara kita di Suriah?

Semoga Allah membalas segala amal baik kita...

Duka Suriah: Kompilasi Part 1
Di balik segala penderitaan yang dialaminya...
Di balik segala kehilangan yang sempat ditangisinya...
Di balik segala mimpi buruk yang dilewatinya...
Di balik segala luka yang membalut sebagian tubuhnya...

Sebuah senyuman tetap merekah dari wajah anak Suriah yang tegar ini...

Masya Allah

Tidak perlu menjadi kaya untuk menjadi seorang dermawan….
Tidak perlu menjadi kaya untuk peduli sesama…
Tidak perlu menjadi kaya untuk bersedekah…

Duka Suriah: Kompilasi Part 1

Abdo, anak Suriah, yang kesehariannya berjualan biskuit di jalanan kota Aleppo guna menghidupi keluarganya, pada kesempatan yang lalu, ia telah mendermakan sebuah kotak biskuit untuk anak-anak Suriah lain yang sedang terluka dan dirawat di sebuah rumah sakit akibat serangan bom yang menimpa sebuah sekolah, Ayn Jalut, kemarin. Ia menolak untuk menerima uang dari semua biskuit yang ia berikan.

Lalu, bagaimana dengan kita? Pernahkah kita bercermin?

Kedua matanya seakan berkata: "Jika engkau melihat apa yang aku lihat, maka engkau pasti berharap:

Jika saja manusia bisa hidup tanpa listrik, air, dan udara…
Jika saja wajah seluruh manusia menjadi cacat ketika berumur 18 tahun…
Jika saja rumah mereka dibom satu persatu…
Dan semua canda-tawa hilang dari percakapan mereka…
Aku tak peduli dengan ketidakpedulian mereka, aku hanya ingin mereka sebentar saja merasakan hidup dengan cacat, luka, amputasi, darah, dan tangis seperti hidupku…”

Ia menangis sejenak, kemudian mengakhiri ucapannya…

Maka engkau pasti berharap:
“Aku tidak memohon apapun kepada Allah, kecuali Dia segera membangkitkan Hari Kiamat”

Duka Suriah: Kompilasi Part 1

Oleh: Ngaji Yukk Tanggal: 9/22/2014

Saturday, September 20, 2014

Kini muslim Indonesia patut berbahagia dan berbangga telah memiliki Ustadz Firanda, tokoh muda ‘alim yang cerdas. Betapa tidak, setelah sekian lama tidak ada anak negeri yang menjadi pengajar ditanah haram, kini beliaulah orangnya yang jadi penerus itu, beliau menjadi Pengajar Asal Indonesia di Masjid Nabawi.
Firanda Andirja, demikian nama lengkapnya. Dilahirkan di Surabaya tanggal 28 Oktober 1979. Beliau mengenyam pendidikan TK hingga SMA di Papua kemudian melanjutkan ke UGM (Universitas Gadjah Mada) mengambil jurusan Teknik. Di UGM beliau hanya belajar dua semester, kemudian banting stir belajar agama dan melanjutkan kuliah di Universitas Islam Madinah Arab Saudi. Kini beliau sedang menempuh S3 jurusan Aqidah di universitas tersebut.
Mulai hari ini, Kamis (11/4), seperti dikutip firanda.com, beliau akan menjadi pengajar tetap dengan berbagai macam judul. Setiap hari Sabtu, Ahad dan Senin beliau mengajar kitab al-Fushul fi Siratirrasul Karya Ibnu Katsir, hari Selasa dan Rabu membahas kitab Bulughul Maram Karya Ibnu Hajar al-‘Asqolani, dan hari Kamis dan Jum’at membahas kitab Tauhid karya Muhammad At Tamimi.
Kajian diselenggarakan ba’da sholat Maghrib sampai Isya’ dan disampaikan dalam Bahasa Indonesia, karena memang tujuannya agar jama’ah umrah Indonesia ketika menziarahi Masjid Nabawi bisa mendapatkan siraman rohani, begitu juga untuk WNI dan TKI yang tinggal di kota Madinah.
Sudah diketahui bahwa setiap pengajar di Masjid Nabawi bukanlah sembarang orang. Karena ia dipilih dengan seleksi ketat dan rekomendasi ulama Haramain.
Semoga keberadaan ustadz Firanda dalam kiprahnya membawa berkah dalam dakwah Islamiyah di Indonesia dan didunia pada umumnya.

Ustadz Firanda, MA Pengajar Asal Indonesia di Masjid Nabawi

Oleh: Ngaji Yukk Tanggal: 9/20/2014

Tuesday, September 9, 2014

ngaji-yukk
Mengutip reportase palsolidarity.org pada Senin (8/9/20114), sekitar pukul 07:40 waktu Hebron, kira-kira enam anak-anak mulai melemparkan batu-batu kecil ke arah pos pemeriksaan. Beberapa menit kemudian sekelompok polisi perbatasan “Israel” muncul berjalan dari jalan dekat dengan sekolah, dan polisi perbatasan lainnya berlari dari pos pemeriksaan. Mereka segera menangkap bocah berusia 7 tahun dan warga lainnya.

Pasukan “Israel” kemudian membalasnya dengan melemparkan dua granat setrum dan menembakkan sekitar tiga tabung gas air mata terhadap anak-anak yang tengah berdiri di luar sekolah mereka. Dua petugas polisi perbatasan kemudian menciduk leher Yousef Hajajreh (12). Mereka mengantarnya ke pos pemeriksaan di mana dia kemudian ditangkap dan dibawa pergi dalam mobil polisi.

Dua petugas polisi perbatasan menyeret paksa dan membawa Oday Rajabi, seorang anak tujuh tahun, yang juga dalam perjalanan ke sekolah, dan menahannya selama sekitar 40 menit.

Polisi perbatasan agresif mendorong orang Palestina, termasuk guru dari sekolah-sekolah terdekat, sementara mereka berusaha untuk melindungi anak-anak.

Seorang guru, Abd al-Aziz Hmad Rjob, dari sekolah PBB dipaksa tunduk saat ia mencoba untuk campur tangan dengan menangis berusia tujuh tahun. Ia juga diseret di jalan di mana ia ditangkap.

Palestina dan relawan internasional kemudian berkumpul di pos pemeriksaan Salaymeh dimana seorang pria berusia 18 tahun, Malak Salaymeh, bekerja di sekolah yang sama juga ditangkap saat ia berhadapan dengan tentara. Seorang pria lain juga ditahan sebentar.

Anak-anak Palestina melemparkan beberapa batu lainnya, dan pasukan Israel menembakkan tiga tabung gas air mata yang lebih.

Seorang relawan Internasional Solidarity Movement (ISM) yang hadir menyatakan, “Situasi ini mengerikan, aku merasa seperti itu adalah operasi yang direncanakan di mana tujuannya jelas untuk menakut-nakuti anak-anak sekolah dan para prajurit yang keluar untuk menangkap.”

Yousef, Abd, dan Malak dibebaskan pada siang hari, sekitar tiga jam setelah mereka ditangkap.

Pasukan “Israel” sebelumnya telah menargetkan anak sangat muda karena mereka menunggu di sekolah di. ISM telah mendokumentasikan sejumlah insiden ini sementara pemantauan Salaymeh pos pemeriksaan sebagai anak-anak melewati untuk pergi ke sekolah.

like fanspage kami --> facebook

Bocah 7 tahun ditangkap paksa oleh tentara "Israel" di Hebron

Oleh: Ngaji Yukk Tanggal: 9/09/2014

Pejuang Suriah tembak helikopter yang baru mendarat milik rezim syi'ah bashar al assad

#Syria #Idlib token of ... Destroy a helicopter during the landing at Abu aldhour to download more explosive barrels.

Pejuang Suriah Hancurkan Helikopter Yang Baru Mendarat

Oleh: Ngaji Yukk Tanggal: 9/09/2014

 
Copyright © Ngaji Yukk
Submit ExpressSEO Tools
FreeWebSubmission.com http://www.freesearchenginesubmission.info voir ici
Blogger Templates Wallpapers Hack Wfi
Contact Form